Dalam Rahim Ibuku Tak Ada Anjing by Afrizal Malna
My rating: 4 of 5 stars
I’ve been reading Afrizal since 1999 because a kindness of my friend who has a passion to visualize his poems into painting media. This book, as usual, with the brutality of word, collage, overlapping one to each other words and meaning, and cool special effects. Sarcastic too. As his previous works, meaning always become a house with multiple doors and it let open. What I felt was something energic flew in every words.
Aku membaca sajak-sajak Afrizal sejak 1999 karena seorang teman begitu semangat menjadikan puisi-puisinya ke dalam visualisasi lukisannya. Dan buku ini, lengkap dengan kegarangan kata yang masih seperti dulu, penuh kejutan, kolase, tumpang tindih dan spesial efek yang canggih. Juga sarkastik. Seperti biasa pula, makna selalu jadi rumah berpintu jamak dan dibiarkan terbuka. Yang aku rasakan adalah sesuatu yang enerjik mengalir di setiap kata.