Revolusi Iran: Dongeng Seorang Anak by Marjane Satrapi
My rating: 5 of 5 stars
Graphic Novel ini ketemu gak sengaja. Dia didisplay di antara buku-buku agama Islam. Sungguh Aneh. Buku ini menyajikan salah satu gaya bertutur yang cukup memukau untuk menggambarkan ketegangan dan kepolosan seorang anak kecil (penulis memerankan dirinya sendiri) dengan latar belakang revolusi Iran di era 80-an. Secara lincah, Satrapi menggambarkan ‘rezim keagamaan’ dan pemikiran kritis seorang anak yang sedang tumbuh, silih berganti di setiap lembar halamannya. Dia juga menggambarkan dengan baik tentang bagaimana rezim berlatarbelakang agama mulai menerapkan kebijakan-kebijakan baru setelah meruntuhkan rezim yang sekuler. Anak ini kemudian memaknai satu demi satu peristiwa yang ada di hadapannya secara jujur, terlepas dari motif-motif yang berkembang di sekelilingnya. Gambarnya khas buku cerita anak-anak, tetapi dengan cair menggambarkan tema-tema yang sensitif. Satrapi dengan sangat berani mencoba menggambarkan perkembangan pikirannya di masa kanak-kanak, Tuhan yang selalu berdiskusi dengannya menjelang tidur dan hilang darinya saat dia membutuhkan, simbol-simbol keagamaan, kekerasan dengan cara yang cerdas. Bahkan terekam pula artefak 80-an seperti poster musisi Barat yang diharamkan beredar di Iran, kucing-kucingan dari aparat ketika ingin bergaya ‘kurang islami’. Belakangan, secara implisit digambarkan pula bagaimana Satrapi mendokumentasikan cerita hidupnya itu ke dalam novel grafis ini di pelarian. Yang aku baca ini adalah terbitan Resist Book, Jogjakarta. Entah bagaimana, buku ini mengingatkan aku pada Maus-nya Art Spiegelman.